Text Size : A | A | A
 
    REFLEKSI    
 
 
 Refleksi 
11/20/2012

Panti Werdha, Pilihan Merawat Orang Tua




Keberadaan panti werdha di tengah masyarakat perkotaan sebenarnya bisa membantu meringankan tugas keluarga untuk merawat orang tua dan memberi kesempatan mereka beraktivitas dan bertemu teman baru yang sebaya. Hanya saja kesan ‘menitipkan’ orang tua ke panti werdha memang masih berkonotasi buruk, mengingat masyarakat kita yang mengutamakan nilai kekeluargaan. Apalagi anggapan orang selama ini tentang panti werdha adalah tempat yang ‘kumuh’, tidak manusiawi dan minim fasilitas.

Nyatanya ada beberapa panti werdha yang sangat layak huni dan dikelola cukup
profesional. Selain bangunan tempat tinggal yang nyaman, panti werdha swasta ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang kesehatan dan program kegiatan yang disesuaikan bagi para lansia. Berikut adalah beberapa panti werdha yang layak dipertimbangkan sebagai pilihan.




Sasana Tresna Werdha (STW) Cibubur


Boleh jadi inilah panti werdha swasta terlengkap di Jakarta. Panti ‘peninggalan’ almarhumah Ibu Tien Soeharto itu berdiri sejak tahun 1984. Kompleks tinggal yang terdiri dari 6 wisma ini memang terlihat asri dan sejuk dengan pepohonan hijau di sekitarnya. “Saat ini kami merawat kurang lebih 80 orang, yang rata-rata berusia 80 tahun. Ada yang sudah tinggal selama 15 tahun dan di antaranya sudah sangat lemah sehingga harus dirawat di ruang khusus,” jelas kepala pelaksana harian STW Yayasan Karya Bhakti RIA Pembangunan.  

Selain dilengkapi dengan poliklinik dan ruang gawat darurat, STW juga bekerja sama dengan beberapa rumah sakit terdekat. Mereka yang ingin ‘menitipkan’ orang tuanya di sini juga tidak sembarangan. “Kami harus melakukan wawancara dan home visit untuk meminta persetujuan seluruh keluarga,” jelas Tjandra. “Yang penting, harus ada keinginan dari yang bersangkutan dan dukungan penuh dari keluarga,” tambahnya.

Program kegiatan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan lansia, seperti: senam otak dan kegiatan kerohanian. Selebihnya mereka bisa mengerjakan hobi masing-masing, mulai dari berkebun, merajut, membaca buku, atau main angklung.

STW Cibubur :
Jl. Karya Bhakti Km. 17, Cibubur   Telp: (021) 8730 179



Graha AUSSI Cinere

Ini adalah salah satu contoh panti werdha modern yang berbentuk seperti apartemen. Dikelilingi oleh taman yang ditata asri, graha werdha ini memang cukup ‘wah’ untuk ukuran panti umumnya. Dibangun di tanah seluas 6.000 m2 memiliki kapasitas kamar yang mampu menampung sekitar 60 lansia. Suasananya begitu tenang dan hawanya pun masih sejuk untuk ukuran Jakarta. “Seperti berada di Kensington Palace, istana milik Lady Di,” ujar salah seorang penghuni.

Graha werdha milik yayasan AUSSI Kusuma Lestari ini juga memiliki sarana bak sebuah hotel, yang terdiri dari beberapa kelas kamar: VVIP, VIP, dan standard room. Untuk pemeriksaan kesehatan, mereka memiliki sarana fisioterapi dan juga bekerja sama dengan RS Puri Cinere. “Bahkan seminggu sekali kami mendatangkan hair stylist kalau ada yang mau potong atau nge-blow rambut,” ujar salah seorang pengurusnya.

Maka tak heran jika mereka mematok biaya yang tidak murah bagi penghuninya, antara Rp 2 - 4 juta rupiah per bulan. Karenanya yang tinggal di sana kebanyakan berasal dari kalangan menengah ke atas.

Graha Werdha AUSSI :
Jl. Bandung No. 25, Bukit Cinere Indah. Telp: (021) 754 0864, 754 1017, 754 0579



Wisma Langen Werdhasih (WLW), Ungaran

Wisma yang terletak di kaki pegunungan ini memang cocok bagi mereka yang ingin mencari tempat beristirahat di masa tuanya. Wisma seluas 8.650 m2 ini berdiri sejak tahun 2004 ini dikelola oleh Yayasan Werdhasih pimpinan Drs. Y. Prawoto yang berada di bawah naungan Pemda Jawa Tengah.  

Kebanyakan dari mereka yang datang memang menginginkan ketenangan. “Di sini kami juga menerima mereka yang mau tinggal sementara, karena bosan di rumah atau capek momong cucu,” jelas Antin, salah seorang pengurus wisma. Maka biasanya saat musim liburan anak sekolah, wisma ini lumayan penuh. Tetapi salah satu yang sudah menjadi penghuni tetap adalah penulis kawak, NH Dini. “Kami terbuka untuk siapa saja termasuk yang di luar wilayah Jawa Tengah,” tambah Antin.

Biayanya lumayan terjangkau, dimulai dari Rp 1.250.000 (kamar untuk 2 orang) sampai Rp 1.500.000 per bulan (paviliun 2 kamar yang dilengkapi pantry dan fasilitas kamar seperti water heater). Sedangkan bagi mereka yang mau menyewa harian dikenakan Rp 75.000 per malam.


 
Yayasan Pembina Asuhan Bunda, Bandung


Berbeda dengan panti werdha swasta kebanyakan yang cenderung ‘esklusif’, sebuah panti di berlokasi di daerah Geger Kalong, Bandung, justru ingin menjembatani jurang antara ‘si kaya’ dan ‘si miskin’. “Kami merangkul keduanya dengan sistem subsidi silang. Bagi mereka yang kurang mampu, tidak dibebankan biaya apapun. Ada jugayang membayar maksimum 50 persen dari uang pensiun mereka. Tetapi khusus bagi yang mampu, kami kenakan biaya Rp 1,5 juta rupiah per bulan,” papar Sundari Rudiono, ketua Yayasan Pembina Asuhan Bunda tersebut.

Panti berlantai 2 ini berdiri sejak tahun 1973 dan terakhir direnovasi pada tahun 1998 berkat bantuan dari pemerintah Belanda. Semula yayasan ini memang ditujukan untuk menampung mantan tentara Belanda yang sebatang kara di daerah Cimahi. Tetapi setelah generasi pertama ‘habis’, yayasan pun membuka panti untuk umum. Saat ini mereka menampung sekitar 20 orang lansia – 16 orang tergolong kurang mampu dan 4 orang yang termasuk mampu.

Yayasan Pembina Asuhan Bunda, Bandung.
Telp: 022-200 3867




Shinta Kusuma

Pesona.co.id 2014 - Indonesia